KPU Tambah Kapasitas Server-nya 50 Terabyte

 TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menambah kapasitas server-nya sebesar 50 terabyte. Penambahan kapasitas server ini terkait dengan adanya rencana interlink antara laman KPU pusat dan KPU provinsi serta kabupaten/kota. “Dananya murni dari APBN,“ kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2013.

Husni menghendaki adanya operator di KPU tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota yang mengelola website setiap hari. “Ini penting untuk memberikan informasi tentang perkembangan di daerah dan mempublikasikan bagian-bagian penting dari penyelenggaraan pemilu di daerahnya dan daerah lain,” ujarnya. (Baca: Usulan Biaya Pemeliharaan IT KPU Dipertanyakan)

Web ini akan dikelola secara nasional. “Kami kumpulkan informasinya. KPU daerah bisa memilah mana data yang dibutuhkan untuk dipublikasikan di web-nya masing-masing,” ucapnya. Sampai saat ini dia mengakui masih ada permasalahan untuk web KPU di daerah. “Ada web tidak aktif karena kekurangan sumber daya manusia. Selain itu, ada kapasitas bandwidth yang kurang,” tutur Husni.
Komisi Pemilihan Umum mengalokasikan anggaran Rp 70 miliar untuk mengembangkan aplikasi teknologi informasi. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun empat aplikasi berbasis Internet. “Aplikasi akan dibuat mulai dari KPU pusat hingga kabupaten/kota,” kata Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim di Jakarta, Senin, 15 April 2013.

Adapun empat aplikasi itu adalah Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), Sistem Informasi Calon (Silon), Sistem Informasi Penghitungan (Situng), dan Sistem Informasi Logistik. Arif berharap pengembangan aplikasi tersebut tuntas tahun ini.

Untuk membangun aplikasi tersebut, KPU bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), Lembaga Sandi Negara, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dalam mengembangkan aplikasi tersebut, KPU mengedepankan keamanan. Komisi harus memastikan aplikasi yang dibangun aman dari serangan peretas. “Sekarang kami sedang melihat kapasitas jaringan pusat data KPU,” kata Arif. Dia mengatakan, dari anggaran sebesar itu, Rp 40 miliar dialokasikan untuk membangun jaringan.

Sumber: tempo.co
Penulis: Erwan Hermawan
Foto: TEMPO/Dasril Roszandi

Tentang Griya PMI Asri

Perumahan Griya PMI Asri Desa Cikahuripan Kecamatan Klapanunggal RW 14 Jawa Barat - Bogor
Pos ini dipublikasikan di Komisi Pemilihan Umum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s