Pembagian BLSM Menuai Polemik

Bogor, PBC – Penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Bogor menimbulkan kecemburaan social, pasalnya sejumah kepala desa di Kabupaten Bogor mengaku pusing didatangni warga miskin yang tidak dapat BLSM. Padahal aparat pemerintahan desa sudah menyerahkan data warga miskin di desanya, sementara ribuan warga miskin yang tidak dapat BLSM terus mendatangi kantor Kepala Desa.

Di Kabupaten Bogor penerima BLSM tercatat 155.894 Rumah Tangga Miskin (RTS), sedangkan berdasarkan data BPS Kabaputen Bogor 2011 tercatat 196.028 RTS. Begitupula di Kota Bogor tercatat 39.926 RTS, tapi yang menerima BLSM hanya 5.223 RTS.

“Senin kemarin 13 RTS datang ke kantor desa menanyakan mereka tak menerima BLSM, padahal sebelumnya menerima. Dari 13 RTS ini, sembilan di antaranya janda yang sudah berusia di atas 65 tahun,” ujar Hasanudin, Kades Cibentang, Kecematan Ciseeng, Selasa.

Dia juga mengaku sulit mengambil kebijakan dengan munculnya data BPS yang tidak sesuai dengan data desanya. Data BPS menyebutkan 338 RTS yang berhak mendapat BLSM, kenyataan angka ini naik menjadi 374 RTS. “Kalau kami ngo¬tot membagikan, bisa di¬amuk warga,” katanya.

Kades lainnya mengaku sering dituding pembagian BLSM tak merata karena permainan kades. “Terus terang BLSM membuat kecemburuan sosial. Warga menganggap BLSM sengaja dimainkan Kades. Mereka bertanya-tanya kenapa tidak dapat, padahal periode sebelumnya menerima,” ucap Bambang Indra, Kades Cibeuteng Udik, Kecamatan Ciseeng.

Ia menilai kuota dari pemerintah pusat tidak cukup untuk dibagikan ke seluruh RTS. “Banyak warga kurang mampu tidak dapat, saya menduga datanya mengacu pada raskin dan Bantuan Langsug Tunai (BLT) periode sebelumnya,” ujarnya.

Penyaluran BLSM di Kota Bogor dilakukan sejak Sabtu. Penerima BLSM kebanyakan suda bersia lanjut. Namun karena jadwal pembagian BLSM kurang sosialisasi, banyak warga yang merasa kecewa dan kembali ke rumah, karena waktu yang dijadwalkan belum sampai ke penerima.

“Jadwal saya Kamis, sehingga tak dilayani” kata Naroh, penerima BLSM. Janda bersuia 66 tahun ini mengaku untuk menghidupi keluagarnya dia berjulan kerupuk singgkog yan diantar ke warung tetangga. “Sedangakn suami sudah sakit-sakit. Tadi kalau dapat BLSM Rp 300 ribu buat nambahi modal sampai bulan puasa nanti,” katanya.

Kepala Kantor Pos Bogor, Dody Haryanto mengakui penyalurannya BLSM memang mendadak. “Kami mendapat perintah mendadak, Sabtu mau dibagikan, Jumat baru kita informasikan ke penerima BLS,

Tentang Griya PMI Asri

Perumahan Griya PMI Asri Desa Cikahuripan Kecamatan Klapanunggal RW 14 Jawa Barat - Bogor
Pos ini dipublikasikan di BLSM/BALSEM. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s