Negeri Kaya Yang “Terlihat” Miskin

Indonesia, merupakan suatu negara kepulauan di wilayah asia tenggara yang memiliki heritage begitu banyak dan beranekaragam , mulai dari suku, budaya, bahasa, etnis, hingga flora dan faunanya. Sekilas ketika kita memandangi keadaan negeri ini, maka yang terlintas di benak kita yang tidak lain adalah negeri yang tingkat korupsinya tinggi, negeri dengan jumlah penduduk terpadat ke-4 di dunia, negeri yang kaya namun bergantung pada negeri lain, dan sebagainya. Ketergantungan inilah adalah sebuah kata yang sangat sering kita temui pada permasalahan di negeri kita ini karena dasaran perpolitikan di Indonesia ini yang masih bobrok dan dari kebobrokan politik di Indonesia inilah yang membuat kesejahteraan rakyatlah yang dikorbankan. Bayangkan saja, Negeri yang memiliki Iklim tropis basah, yang seharusnya dapat becocok tanam dan memanen hasil pertanian dengan baik dari situlah hasil pertaniannya itu dapat memenuhi kebutuhan pangan yang dibutuhkan rakyat indonesia serta sebagai bagian untuk mencari nafkah demi meningkatkan kesejahteraan mereka, namun fakta berkata sebaliknya! Beras yang seharusnya dapat dihasilkan di dalam negeri sendiri untuk memenuhi permintaan pasar, justru beras tersebut harus diimpor dengan alasan kurangnya hasil produksi , masih kurang mumpuninya sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan di indonesia, dan sebagainya. Tapi menurut saya, alasan ini sangatlah tidak LOGIS! jika kita meninjau kembali, penghasilan di negeri ini disumbang besar dari sektor pertanian, meskipun sektor pariwisata pun ambil andil dalam pemasukan uang negeri ini.

Sudah menjadi sebuah kejelasan bahwa selama ini para pemimpin cenderung sebagai pembual ulung yang selalu membohongi rakyat yang memilihnya dan seakan-akan para pemimpin membunuh rakyat dengan cara halus dan tak langsung. Hamparan kebun, sawah, dan ladang yang luas di negeri ini tidak bisa membuat kesejahteraan rakyat meningkat. Ajakan secara koar-koar yang berlebihan untuk merevitalis dan memaksimalkan potensi lahan yang ada oleh para pemimpin itu semua hanyalah SANDIWARA belaka untuk mereka mencari muka dengan predikat yang baik. Pada dasarnya kita semua membutuhkan sebuah kenyataan bukan bualan yang tidak bermutu semacam celotehan anak kecil.

Pemimpin merupakan imam dari makmum, maka jika pemimpinnya sudah tidak benar maka makmumnya akan ikut diajarkan ketidakbenaran. Ingatlah peribahasa satu ini “Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.” Jadi jika pemimpin negeri ini tidak bisa berperilaku selayaknya seorang pemimpin yang bijaksana, adil, dan teratur, maka bisa dipastikan negeri ini beserta rakyatnya akan rusak-serusak pemimpinnya. Dan ingatlah satu hal bahwa negeri ini telah di merdekakan dari segala jenis penjajahan oleh seorang pemimpin dan rakyat yang baik maka sejatinya pemimpin dan rakyat penerus menjaga keselarasan ini demi memajukan negeri dengan sebutan “Zambrud khatulistiwa” ini.

Pemimpin yang baik akan membawa daerah yang dipimpinnya menuju ke garis kejayaan. Dari sinilah kesejahteraan rakyat dijunjung tinggi supaya suasana yang aman dan nyaman akan tercipta. Jika saya boleh memberikan contoh mengenai negeri yang menjunjung tinggi kesejahteraan rakyatnya, Brunei Darussalam lah salah satunya. Brunei Darussalam merupakan negara penghasil minyak dimana negeri yang memiliki jenis tambang ini bisa dipastikan negeri ini kaya sehingga mereka mampu untuk membeli yang mereka inginkan. Namun itu justru sebaliknya pada kenyataannya. Produk pangan di sana di dominasi oleh produk lokal, dan produk barang impor di sana memang di limit dengan tujuan menigkatkan penggunaan barang lokal agar kita juga menghidupi rakyat dalam negeri sendiri. Setelah melihat hal tersebut dapat dilihat buktinya, negeri yang kecil tersebut sudah mumpuni dalam memenuhi segala kebutuhan yang diinginkan dari situlah kesejahteraan tercipta.

SALAM PANGAN!!! SALAM INDONESIA MAJU!!!

Sumber :http://sosbud.kompasiana.com/2012/07/01/negeri-kaya-yang-terlihat-miskin-474823.html
Penulis : Alif Zulfahmi

Tentang Griya PMI Asri

Perumahan Griya PMI Asri Desa Cikahuripan Kecamatan Klapanunggal RW 14 Jawa Barat - Bogor
Pos ini dipublikasikan di 4 Pilar Kebangsaan & Sejarah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s