Istilah “Empat Pilar” Tidak Mereduksi Dasar Negara

JAKARTA– Istilah “Empat Pilar Bernegara” yang dipopulerkan Pimpinan MPR dalam menyosialisasikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika dinilai sudah benar dan bisa dikontekstualisasikan dengan maknanya.

Ketua Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BP2B) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ebah Suaebah mengungkapkan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “pilar” memiliki tiga makna yakni tiang penyangga, dasar, serta kap. Karena itu, kata dia, istilah “pilar” yang digunakan MPR benar karena “pilar” dapat bermakna tiang atau dasar sesuai konteksnya.

“Pada program Empat Pilar MPR penjelasannya adalah Pancasila merupakan dasar negara, UUD 1945 merupakan landasan konstitusional, NKRI merupakan bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan negara,” kata Ketua BP2B saat menyampaikan pandangan resminya sebagai lembaga otoritas bahasa di Gedung MPR, Jakarta, kemarin.

Dengan begitu, kata dia, menyebut “pilar” bukan berarti mereduksi makna Pancasila sebagai dasar negara dan memosisikannya setara dengan tiga pilar lainnya. Dalam penjelasannya sudah cukup jelas bagaimana posisi dari empat pilar tersebut. Menurut Ebah, mencermati istilah “Empat Pilar Bernegara” pada program MPR, jangan hanya melihat pada judulnya, tapi cermati juga isi materi sosialisasinya.

Materi sosialisasi “Empat Pilar Bernegara” dari MPR dinilai tetap menempatkan Pancasila sebagai dasar negara, tidak pernah mengubahnya menjadi tiang negara. “Jadi tidak cukup dilihat dari judul, tetapi isinya,” katanya. Selain Ebah, hadir juga Wisnu Sasangka dan Suladi dari BP2B Kemendikbud.

Mereka memaparkan hal itu di hadapan Ketua MPR Taufiq Kiemas yang didampingi Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari, Ahmad Farhan Hamid, Melani Leimena Suharli, serta pimpinan fraksi di MPR. Wisnu Sasangka menambahkan, melihat istilah “Empat Pilar Bernegara” tinggal dikontekstualisasikan saja berdasarkan maknanya. Ketika “pilar” dimaknai dasar, itu definisi yang kedua. Ketika “pilar” dimaknai sebagai tiang, itu makna yang pertama.

“Tergantung konteks, kapan mau menjadi makna tiang dan kapan bermakna jadi dasar. Oleh MPR itu sudah ada penjelasan konteksnya,” ungkapnya. Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari mengungkapkan, pihaknya dalam menggunakan kata tidak asal comot.

Dia menjelaskan, kenapa menggunakan istilah “Empat Pilar Bernegara” karena untuk menyingkat dan menyederhanakan agar bisa menjadi judul dan bisa mudah diterima. Kendati begitu, penggunaan istilah itu juga sudah mengacu pada KBBI. “MPR menggunakan istilah tersebut hanya sebagai judul agar praktis, tapi dari sisi akademis, linguistik, dan semantik tetap dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Sekretaris Fraksi PDIP di MPR Achmad Basarah menambahkan, BP2B adalah lembaga otoritas bahasa di Indonesia sehingga dengan penegasan dari lembaga tersebut tidak perlu ada lagi polemik soal istilah “Empat Pilar Bernegara”.

Menurut dia, pada program Empat Pilar Bernegara, yang lebih substantif adalah bagaimana substansi empat pilar tersebut dapat diserap masyarakat dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya Rachmawati Soekarnoputri melayangkan surat somasi kepada Ketua MPR Taufiq Kiemas terkait sosialisasi “Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” yang dilakukan MPR. Dalam surat somasi tertanggal 15 April 2013 tersebut, Rachmawati menilai penggunaan kata “pilar” tidak tepat untuk merepresentasikan Pancasila, UUD1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Penggunaan kosakata “Empat Pilar”, kata dia, merupakan bentuk penyesatan dan pengaburan bila dikaitkan dengan etimologi kata “pilar” dengan kalimat “Empat Pilar Negara”. ●rahmat sahid

Sumber : http://m.koran-sindo.com/node/310902

Tentang Griya PMI Asri

Perumahan Griya PMI Asri Desa Cikahuripan Kecamatan Klapanunggal RW 14 Jawa Barat - Bogor
Pos ini dipublikasikan di 4 Pilar Kebangsaan & Sejarah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s